logo

FX.co ★ Analisis Smart Money GBP/USD – 22 Juni: Pound Inggris Menguat pada Hari Senin

Analisis Smart Money GBP/USD – 22 Juni: Pound Inggris Menguat pada Hari Senin

Analisis Smart Money GBP/USD – 22 Juni: Pound Inggris Menguat pada Hari Senin

GBP/USD secara umum masih melanjutkan pergerakan turun, tetapi pound mencatat rally kuat pada hari Senin. Pergerakan ini hanya bisa terjadi karena satu alasan—pengunduran diri Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Ini bukan pertama kalinya seorang perdana menteri Inggris lengser sebelum masa jabatannya berakhir. Enam perdana menteri sebelumnya juga terpaksa meninggalkan Downing Street sebelum menyelesaikan masa jabatan mereka.

Dapat diasumsikan bahwa pasar bereaksi positif terhadap kepergian Starmer, karena EUR/USD tidak menunjukkan kenaikan yang sebanding pada hari Senin. Namun, masih terlalu dini untuk membahas berakhirnya fase bearish. Belum terbentuk sinyal pembalikkan, belum ada liquidity grab di bawah level terendah 31 Maret, dan belum muncul pola bullish. Selain itu, mustahil untuk mengantisipasi pengunduran diri Starmer pada hari Senin—atau reaksi positif pasar terhadap berita tersebut. Patut diingat bahwa hanya beberapa minggu lalu para trader secara aktif menjual pound menyusul laporan mengenai kinerja buruk Partai Buruh dalam pemilu lokal.

Karena itu, rally pound hari ini mungkin hanya bersifat sementara, dan secara praktis tidak ada cara untuk memosisikan diri terlebih dahulu untuk pergerakan ini. Pola terakhir—bearish imbalance—masih memberikan dasar bagi trader untuk mengantisipasi penurunan lanjutan dan mencari peluang short alih-alih posisi long.

Dolar AS cenderung berkinerja lebih baik dibandingkan euro dan pound selama periode ketegangan geopolitik. Konsekuensinya, baik euro maupun pound masih dapat menerima dukungan jika selera risiko membaik. Saat ini, pasar masih berhati-hati terhadap kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat dan menunggu pembukaan penuh Selat Hormuz, yang bukan tugas mudah.

Namun, setidaknya kini dapat dikatakan bahwa perang secara resmi telah berakhir—setidaknya untuk sementara waktu. The Fed memicu rally kuat pada dolar AS, tetapi saya masih belum melihat apa yang dapat memungkinkan bear mempertahankan tekanan mereka. Menurut saya, tren yang lebih luas tetap bullish meskipun pasangan ini mencatat penurunan yang cukup besar tahun ini.

Gambaran teknikal saat ini sebagai berikut. Minggu lalu, terbentuk bearish imbalance (21) yang baru. Karena itu, trader dapat menggunakan reaksi pasar terhadap pola ini sebagai dasar untuk membuka posisi short. Saya juga mencatat kedekatan swing low 31 Maret, di mana liquidity grab dapat terjadi. Jika itu terjadi, bull dapat melancarkan serangan balik berdasarkan kombinasi faktor tersebut. Untuk saat ini, bagaimanapun, gambaran teknikal lokal tetap bearish.

Tidak ada berita ekonomi penting pada hari Senin, tetapi laporan mengenai pengunduran diri Keir Starmer memicu pergerakan bullish yang kuat. Masih belum jelas apakah rally ini akan berkelanjutan. Sebuah pola bearish masih berada di atas harga, sehingga prospek jangka pendek saya tetap bearish.

Latar belakang fundamental yang lebih luas terus menunjukkan bahwa, dalam jangka panjang, saya tidak mengantisipasi banyak hal selain pelemahan dolar AS. Konflik antara Iran dan Amerika Serikat tidak mengubah pandangan tersebut. Demikian pula halnya dengan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed lebih lanjut. Ketegangan geopolitik hanya mengingatkan pasar sementara akan status dolar sebagai safe haven, tetapi secara keseluruhan situasi tetap kurang mendukung mata uang AS.

The Fed berniat menaikkan suku bunga pada 2026, yang mendukung dolar. Namun, jangan dilupakan bahwa kebijakan moneter yang lebih ketat akan memperlambat perekonomian AS. Saya juga meyakini bahwa setiap pengetatan The Fed hanya akan menjadi langkah sementara yang ditujukan untuk menurunkan inflasi dengan cepat, setelah itu Federal Reserve akan kembali ke siklus pelonggaran.

Oleh karena itu, dalam pandangan saya, setiap penguatan dolar bersifat sementara. Meski demikian, trader tidak boleh mengabaikan gambaran teknikal, yang saat ini menunjukkan probabilitas cukup tinggi terjadinya penurunan lanjutan pada GBP/USD dalam beberapa minggu mendatang. Jika prospek teknikal berbalik menjadi bullish, baik faktor fundamental maupun teknikal akan mengarah ke sisi yang sama.

Kalender Berita untuk Inggris Raya dan Amerika Serikat

  • Inggris Raya – PMI Manufaktur (08:30 UTC)
  • Inggris Raya – PMI Jasa (08:30 UTC)
  • Amerika Serikat – PMI Manufaktur (13:45 UTC)
  • Amerika Serikat – PMI Jasa (13:45 UTC)

Kalender ekonomi 23 Juni memuat empat rilis penting, dengan laporan PMI Inggris menjadi yang paling signifikan. Data ekonomi kemungkinan akan memengaruhi sentimen pasar pada hari Selasa.

Prediksi dan Saran Trading GBP/USD

Prospek jangka panjang untuk pound tetap bullish, tetapi saat ini satu-satunya pola aktif adalah bearish imbalance (21). Karena itu, trader sebaiknya berfokus pada reaksi pasar terhadap pola ini dan kemungkinan penurunan lanjutan jika mereka mencari peluang trading baru.

Jika pola ini menghasilkan sinyal jual baru, pound dapat melemah menuju level pembatalan tren bullish di 1,3007. Satu-satunya argumen yang saat ini mendukung bull adalah kedekatan level terendah 1,3158, di mana liquidity grab dapat terjadi. Namun, sejauh ini, likuiditas di bawah level terendah tersebut belum tersentuh.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka artikel penulis ini Buka akun trading