Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level 4,75% untuk keempat kalinya berturut-turut selama pertemuan kebijakan Januari 2026. Langkah ini telah diperkirakan oleh para analis, mencerminkan upaya bank sentral untuk menahan depresiasi lebih lanjut dari rupiah di tengah indikasi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Per 20 Januari 2026, rupiah telah terdepresiasi sebesar 1,53% dibandingkan posisinya pada akhir Desember 2025. Sejak September tahun sebelumnya, bank sentral telah melakukan pemotongan suku bunga kumulatif sebesar 150 basis poin, menurunkan suku bunga ke titik terendah sejak Oktober 2022 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Keputusan terbaru ini menegaskan penilaian bank bahwa inflasi untuk tahun 2026 akan tetap dalam kisaran target 2,5% ± 1%, didukung oleh stabilitas rupiah dan upaya berkelanjutan untuk memperkuat ekspansi ekonomi. BI mempertahankan perkiraan pertumbuhan PDB pada 4,7%–5,5% untuk tahun 2025 dan 4,9%–5,7% untuk tahun 2026. Selain itu, baik suku bunga fasilitas simpanan overnight maupun suku bunga fasilitas pinjaman tetap tidak berubah pada 3,75% dan 5,50%, masing-masing. Angka terbaru menunjukkan bahwa PDB tumbuh sebesar 5,04% year-on-year pada kuartal ketiga, sedikit menurun dari pertumbuhan 5,12% yang diamati pada kuartal kedua.
FX.co ★ Indonesia Menahan Suku Bunga saat Rupiah Tetap Lemah
Indonesia Menahan Suku Bunga saat Rupiah Tetap Lemah
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading