Harga heating oil AS turun menjadi sekitar $5,05 per gallon, mundur dari rekor tertinggi $5,26 yang tercapai awal pekan ini. Penurunan tersebut terjadi seiring dengan meningkatnya persediaan dan adanya prospek jalur alternatif untuk minyak mentah Timur Tengah, yang sedikit meredakan tekanan dari ketatnya pasokan distilat. Menurut data EIA, persediaan distilat — yang mencakup diesel dan heating oil — naik 1,6 juta barel pada pekan yang berakhir 11 September, meskipun masih 13% di bawah rata-rata lima tahunannya.
Pada saat yang sama, Saudi Arabia diberitakan sedang berupaya memulihkan sekitar setengah kapasitas pipa minyak East–West dalam hitungan hari setelah serangan drone mengganggu jalur utama menuju Laut Merah tersebut. Kerajaan itu juga dikabarkan menawarkan kargo minyak mentah tambahan kepada kilang-kilang di Asia melalui ship-to-ship transfer di lepas pantai Pelabuhan Sohar di Oman. Meski demikian, risiko pasokan tetap ada karena Saudi Arabia dan pasukan Houthi yang didukung Iran saling melancarkan serangan baru.
Menjelang musim dingin, permintaan distilat diperkirakan akan menguat, sementara pemeliharaan kilang musiman berpotensi membatasi produksi, yang pada akhirnya dapat semakin mengetatkan kondisi pasokan.